Mentan RI Janji Dukung Wujudkan Swasembada Pangan NTT

oleh -16 views
oleh

JAKARTA, BERANDA-WARGA.COM— Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman berjanji akan memberikan dukungan untuk mewujudkan swasembada pangan di Nusa Tenggara Timur.

Amran sampaikan ini pada rapat strategis yang digelar di Ruang Rapat Pola Gedung A Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Rapat ini merupakan forum penting dalam rangka penyampaian dan pembahasan proposal swasembada pangan Provinsi NTT yang diinisiasi Kementan RI.

Pertemuan tersebut dihadiri  Gubernur NTT terpilih, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wali Kota Kupang terpilih, Christian Widodo serta sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di NTT, termasuk Pj. Gubernur NTT,  Andriko Noto Susanto.

Kehadiran para pemimpin daerah ini menegaskan komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah NTT.

Selain membahas strategi swasembada pangan, rapat ini juga menjadi ajang diskusi mengenai tantangan utama dalam sektor pertanian di NTT, seperti keterbatasan air irigasi, perubahan iklim, serta kebutuhan akan benih unggul dan pupuk bersubsidi.

Amran menyatakan, kementan siap memberikan dukungan melalui program intensifikasi pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta fasilitasi pasar bagi produk pertanian unggulan daerah.

Kontribusi NTT Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Sementara itu, Pj. Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto menyampaikan materi terkait kontribusi Provinsi NTT dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Beberapa poin utama yang dipaparkan mencakup padi sawah dengan potensi produksi 1,5 juta ton beras per tahun dengan surplus 881.454 ton setelah memenuhi kebutuhan konsumsi lokal.

Sedangkan jagung dengan potensi produksi mencapai 4,7 juta ton dari lahan kering seluas 1.841.379 hektar, menjadikan NTT sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional.

Sementara di sektor peternakan dengan optimalisasi lahan penggembalaan 100.000 hektar, NTT dapat menghasilkan 167.425 ton daging sapi per tahun, yang mampu menutup 63 persen defisit nasional.

Sedangkan produksi garam di NTT ditargetkan mencapai 2 juta ton per tahun melalui pengembangan tambak garam seluas 10.000 hektar.

Andriko juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pertanian, seperti bendungan dan embung untuk mendukung produktivitas pertanian.

“Hingga saat ini, NTT telah memiliki 1.401 embung kecil dan 22 embung irigasi yang diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan di wilayah kering,” papar Andriko.

Pentingnya Sinergi Pusat dan Daerah

Sementara itu, Pj. Wali Kota Kupang, Linus Lusi yang didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Ritha E. H. W. Lay dalam kesempatan terpisah menanggapi keikutsertaan Pemkot Kupang dalam pertemuan tersebut.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota di NTT dalam mendukung program swasembada pangan.

“Pemkot Kupang bersama Pemerintah Provinsi NTT dan kabupaten/kota se-NTT berkomitmen untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Meskipun Kota Kupang memiliki keterbatasan lahan pertanian, sebagai kota jasa kami tetap berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan melalui distribusi, pemasaran, dan pengolahan hasil pertanian dari berbagai daerah di NTT,” tandas Linus.

Ia menyampaikan, Pemkot Kupang akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan dari pertemuan ini dapat diimplementasikan secara efektif, termasuk penguatan UMKM sektor pangan dan pemanfaatan teknologi pertanian.

“Kami berharap ada kebijakan dan dukungan nyata dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk teknologi, pendampingan, maupun bantuan infrastruktur yang dapat membantu petani dan pelaku usaha pangan di Kota Kupang. Kami akan terus mendorong UMKM sektor pertanian dan pangan untuk berkembang melalui berbagai inisiatif yang menghubungkan mereka dengan pasar yang lebih luas,” janji Linus.

Ia berargumen, Kota Kupang bukan hanya berperan sebagai pusat konsumsi, tetapi juga sebagai hub logistik dan perdagangan bagi hasil pertanian dari berbagai daerah di NTT.

“Kami mendukung penguatan rantai pasok pangan dengan mendorong pengolahan pascapanen, distribusi yang efisien, serta fasilitasi bagi pelaku UMKM sektor pangan. Dengan begitu, strategi swasembada pangan dapat berjalan lebih efektif, dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” papar Linus. (bw//***)